Pergeseran zaman tidak dapat di pungkiri lagi dimana 10-20 tahun lalu kita yang masih anak-anak dapat dengan gembira bermain bersama teman-teman masa kecil di lapangan, di teras rumah hingga di sungai. banyak permainan kita dulu mainkan seperti petak umpet, lompat karet, hingga benteng-bentengan. Namun tidak dapat di pungkiri di zaman sekarang permainan seperti ini sangat jarang kita temui hampir 90% anak zaman sekarang berali ke permainan handphone. Mungkin anak atau adik tanpa kita sadari sedang dalam posisi seperti itu, memang kita tidak bisa menolak perubahan zaman kita harus beradaptasi dengan zaman.
Tidak hanya di permainan anak-anak perubahan zaman juga telah masuk di segala aspek kehidupan kita mulai dari cara bicara kita, budaya, hingga aspek terkecil yaitu jajanan. Sama halnya dengan permainan anak-anak jajanan saat ini banyak dan sangat banyak mengalami perubahan tentunya kita sadar jajanan tradisional seperti cenil, kue getas, dodongkal dan kawan-kawannya sangat susah kita cari di tempat umum, mungkin sering kita jumpai hanya acara tertentu. Tidak dapat dihindari lagi jajanan dari negara tetang lebih banyak peminatnya seperti frozen food, kebab hingga dimsum makanan asal negara china.
baca juga tentang perkembangan makanan china di nusantara
Hampir di setiap sudut kota besar seperti Jakarta, Semarang, Surabaya hingga kota kecil seperti Mojokerto dengan mudah dijumpai penjual Dimsum. Jajanan ini sekarang banyak peminatnya karenadari anak-anak hingga dewasa dapat menikmatinya, Varian rasa melimpah menyebabkan banyak pembeli yang rela antri supaya dapat memakannya saat berkumpul dengan keluarga atau teman. Harga yang terjangkau mulai dari 1000-3000 membuat pembeli tidak ragu untuk datang dan kembali lagi.

0 Komentar