Pergeseran zaman tidak dapat di pungkiri lagi dimana 10-20 tahun lalu kita yang masih anak-anak dapat dengan gembira bermain bersama teman-teman masa kecil di lapangan, di teras rumah hingga di sungai. banyak permainan kita dulu mainkan seperti petak umpet, lompat karet, hingga benteng-bentengan. Namun tidak dapat di pungkiri di zaman sekarang permainan seperti ini  sangat jarang kita temui hampir 90% anak zaman sekarang berali ke permainan handphone. Mungkin anak atau adik tanpa kita sadari sedang dalam posisi seperti itu, memang kita tidak bisa menolak perubahan zaman kita harus beradaptasi dengan zaman. 

      Tidak  hanya di permainan anak-anak perubahan zaman juga telah masuk di segala aspek kehidupan kita mulai dari cara bicara kita, budaya, hingga aspek terkecil yaitu jajanan. Sama halnya dengan permainan anak-anak jajanan saat ini banyak dan sangat banyak mengalami perubahan tentunya kita sadar jajanan tradisional seperti cenil, kue getas, dodongkal dan kawan-kawannya sangat susah kita cari di tempat umum, mungkin sering kita jumpai hanya acara tertentu. Tidak dapat dihindari lagi jajanan dari negara tetang lebih banyak peminatnya seperti frozen food, kebab hingga dimsum makanan asal negara china.

baca juga tentang perkembangan makanan china di nusantara

Dimsum, Jajanan Khas Negara China


    Hampir di setiap sudut kota besar seperti Jakarta, Semarang, Surabaya hingga kota kecil seperti Mojokerto dengan mudah dijumpai penjual Dimsum. Jajanan ini sekarang banyak peminatnya karenadari anak-anak hingga dewasa dapat menikmatinya, Varian rasa melimpah menyebabkan banyak pembeli yang rela antri supaya dapat memakannya saat berkumpul dengan keluarga atau teman. Harga yang terjangkau mulai dari 1000-3000 membuat pembeli tidak ragu untuk datang dan kembali lagi.


Pembeli Dimsum Meiwa, Mojokerto 2022

    Kenapa penulis memberi judul artikel seperti di atas? karena penulis sendiri sudah menjalani usaha dimsum sejak awal bulan dan pendapatan yang didapat tidak pernah mengecewakan. Sekarang penulis akan memberikan bocoran berapa omset sehari yang di dapat. sejak awal berjualan hingga sekarang rata rata penulis mampu menjual 150 butir dengan rentang harga Rp. 1.000 - Rp. 3.000 per butir dan omset yang di dapat rata rata Rp. 500.000 per hari. Sedangkan untuk membuat dimsum 150 butir hanya membutuhkan modal Rp. 300.000, sudah dapat dibayangkan keuntungan bersih yang didapat selama 1 hari adalah Rp. 200.000, coba dikalikan dalam 30 hari omset bersih yang di dapat adalah  Rp. 6.000.000.
    karena banyak penjual yang repot dalam pembuatan dimsum maka penulis menawarkan kerjasama sebagai supplier dimsum anda. bahan yang di pilih berkualitas dan tentunya fresh dan dimsum kami mampu bertahan 3 bulan bila mana masuk freezer. Bila ingin menjadi member segera hubungi kami tinggal klik kontak kami maka tim kami akan menghubungi anda segera. Terimakasih penulis ucapkan atas perhatiannya semoga kita akan dipertemukan supaya dapat menjadi orang sukses bersama.

baca cara menjadi member Dimsusm Meiwa